123 Jelajah Indonesia 2018 – MB W123 Club Bandung


‘Kami akan melewati 5 pulau! Kami akan menyeberangi 4 selat dan 1 lautan! Sejauh  lebih dari 3.000 Km akan kami tempuh. Dan kami bertekad akan mencapai perbatasan negara Indonesia-Timor Leste di Motamasin sebagai tujuan akhir kami.’

Banyak sekali tempat wisata indah yang ada di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke, keindahan alam yang begitu cantik, dihiasi seni budaya yang sangat unik, banyak yang belum menginjak ke daerah-daerah terpencil, sangat banyak hal yang unik yang belum pernah dinikmati. Kini saat nya memperkenalkan keindahan alam dan budaya Indonesia Timur khususnya Flores kepada dunia melalui kegiatan otomotif yang akan diikuti oleh member MB W123 untuk membuktikan keindahan alam Indonesia Timur dengan mengajak kendaraan kecintaan Mercedes-Benz W123 a.k.a Tiger yang dimiliki para members untuk menikmati alam indah Indonesia Timur dengan melintas 5 pulau, 4 selat dan 1 lautan, dari titik Nol Bandung ke Titik Nol Motamasin Indonesia – Timor Leste Border (Pos Lintas Batas Negara Motamasin).

Adventure and Charity

Selain melakukan kegiatan adventure, MB W123 Bandung akan mengambil kesempatan untuk melakukan charity di lokasi-lokasi yang terlintas. Banyak sekali masyarakat setempat yang berkekurangan khususnya dibidang pendidikan seperti seragam sekolah, sepatu, buku-buku, dan tas sekolah.

Sebuah kesempatan emas dalam kesempatan menjelajahi pulau-pulau yang kami lewati masih terdata beberapa lokasi yang masih perlu uluran tangan kita. Dengan melintasi daerah-daerah seperti : Suku Sasak di Lombok, Pulau Bungin di Sumbawa Nusa Tenggara Barat, Suku Bajo, suku Ngada di Bajawa, Desa Bena yang letaknya 19 KM dari Bajawa, dan Suku Sika di Maumere. Rupanya Kampung Bena akan menjadi tujuan utama baksos jelajah ini. Lebih dalam mengenal kampung ini, sedikit kami ulas di bawah ini.:  

Kampung Bena, Perkampungan Megalitikum di selatan Bejawa

Kampung Bena adalah salah satu perkampungan megalitikum yang terletak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa. Kampung yang terletak di puncak bukit dengan view gunung Inerie. Keberadaannya di bawah gunung merupakan ciri khas masyarakat lama pemuja gunung sebagai tempat para dewa. Menurut penduduk kampung ini, mereka meyakini keberadaan Yeta, dewa yang bersinggasana di gunung ini yang melindungi kampung mereka.

Kampung ini saat ini terdiri kurang lebih 40 buah rumah yang saling mengelilingi. Badan kampung tumbuh memanjang, dari utara ke selatan. Pintu masuk kampung hanya dari utara. Sementara ujung lainnya di bagian selatan sudah merupakan puncak sekaligus tepi tebing terjal.

Menhir. Apa karena susunan batu ini kampung ini disebut perkampungan megalitikum?

Kampung Bena diperkirakan telah ada sejak 1.200 tahun yang lalu. Hingga kini pola kehidupan serta budaya masyarakatnya tidak banyak berubah. Dimana masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Pada tahun 1995 Kampung Bena telah dicalokan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Dengan hadirnya 123 Jelajah Indonesia di kampung ini selain melaksanakan bakti social juga akan mempromosikan keunikan kampung yang dikenal sebagai perkampungan megalitikum. Mengapa megalitikum? Apakah karena rumah-rumah mereka berada di atas bebatuan, atau “kampung’ ini sudah ada sejak jaman prasejarah? Kami akan kupas tuntas sebagai sebuat dokumentasi dan catatan perjalanan yang menarik! Di sini kami akan memberikan bantuan berupa Sembako dan Sandang, diutamakan kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah.

Memperkenalkan dan Promosi Kekayaan Keindahan Alam dan Budaya

 

Tidaklah lengkap dengan perjalanan kami melalui tempat-tempat yang indah dan kebudayaan masyarakat yang unik tidak didokumentasikan dengan baik dan diekspose ke manca negara. Salah satu tujuan 123 Jelajah Indonesia adalah mempromosikan kekayaan alam dan budaya sebagai destinasi wisata dalam negeri dan tentunya manca negara. Perjalanan kami tidak hanya kami yang menikmati, tapi duniapun akan merasakannya…..

Semoga “123 Jelajah Indonesia 2018” ini sukses…. Mohon doa restu seluruh pencinta otomotif, khususnya w123 lovers……..(DLng)